• BEKASI- STIKes Medistra Indonesia telah menyelenggarakan Yudisium dan Angkat Sumpah secara daring, pada hari Rabu (4/11/2020). Kegiatan ini diikuti oleh 137 orang lulusan, yang terdiri dari 66 orang lulusan Program Studi Profesi Ners dan 71 orang lulusan Program Studi Kebidanan (D3).

    Dilaporkan oleh Ketua STIKes Medistra Indonesia, Ibu Linda Kristiani Telaumbanua,SST.,M.Keb, bahwa dari 66 orang lulusan profesi ners, sebanyak 32 orang (48%) dinyatakan lulus dengan predikat “Dengan Pujian” atau setara dengan nilai A. Sedangkan untuk program studi Kebidanan (D3), dari 71 orang lulusan, sebanyak 23 orang (32%) dinyatakan lulus dengan predikat “Dengan Pujian” atau setara dengan nilai A. Selain menyampaikan laporan, beliau juga turut menyampaikan sambutan dan ucapan selamat untuk para lulusan, “Selamat dan sukses atas kelulusan Program studi Ners angkatan VII dan Program studi Kebidanan Angkatan XVI.Kami bangga dan apresiasi atas tercapainya kelulusan tepat waktu. Dengan berbekal kompetensi dan kemampuan yang Anda miliki saat ini, tampilkanlah cara berpikir, bertindak dan bekerja yang baik dan bermutu dalam pelayanan Anda sebagai tenaga kesehatan. Kelulusan ini bukan akhir dari tujuan belajar, justru menjadi awal dari perjalanan hidup yang sesungguhnya.  Terimakasih kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung berjalannya program pendidikan di STIKes MI, dukungan dan suport Bapak/Ibu sangat berarti dan bermanfaat besar dalam melahirkan insan tenaga kesehatan yang unggul dan handal” demikian disampaikan.

Odoo - Sample 1 for three columns
Odoo - Sample 2 for three columns
Odoo - Sample 3 for three columns


Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Senat STIKes Medistra Indonesia, Ibu Winda Oktima.,M.Sc.,Apt, menyampaikan sambutan sekaligus ucapan selamat kepada lulusan. “Acara ini merupakan momentum bagi kita keluarga besar STIKes Medistra Indonesia, utamanya bagi mahasiswa/i yang diambil sumpahnya. Dengan sumpah profesi yang diucapkan, tanggungjawab profesi, tanggungjawab kemanusiaan telah diberikan kepada anda sekalian. Amalkan sumpah profesi tersebut dengan penuh kesadaran dan penuh tanggungjawab. Tanggungjawab pada diri sendiri, keluarga, bangsa dan negara, dan terutama sekali kepada Tuhan YME. Kita yakin, bekal ilmu, keterampilan dan mental unggul telah ditempa dengan baik selama menjalani pendidikan di STIKes Medistra Indonesia. Kini saatnya, anda sekalian menebar manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat. Pada pundak anda sekalian pula, terletak dan tercermin nama baik Yayasan dan STIKes Medistra Indonesia. Selamat bergabung sebagai alumni STIKes Medistra Indonesia. Jangan pernah lupa kampus tercinta kita”.

Setelah acara yudisium, dilanjutkan dengan kegiatan angkat sumpah. Prosesi angkat sumpah profesi, dipimpin oleh perwakilan masing-masing Organisasi Profesi. Untuk organisai Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), diwakilkan oleh Bapak Wawan Hernawan,S.Kp.,M.Kep selaku Ketua DPW PPNI Provinsi Jawa Barat, dan untuk organisai Ikatan Bidan Indonesia (IBI), diwakilkan oleh Ibu Lidia Octarina,Am.Keb selaki Wakil Ketua I IBI Cabang Kota Bekasi.

Odoo image and text block

Selain memimpin sumpah, para perwakilan organisasi profesi juga menyampaikan sambutannya. Disampaikan oleh Bapak Wawan Hernawan,S.Kp.,M.Kep selaku perwakilan dari PPNI, bahwa lulusan perlu dibekali kemampuan IT dan bahasa asing. Selain ijazah, lulusan juga memerlukan sertifikat sebagai penunjang dalam memberikan pelayanan, misalnya sertifikat pelatihan BTCLS. Bentuk apresiasi PPNI terhadap lulusan yang menjadi relawan COVID-19 yakni, akan membrikan sertifikat dengan 5 SKP kepada lulusan, hal ini akan dikoordinasikan dengan DPD PPNI Kota Bekasi.

Tak hanya itu, Ibu Lidia Octarina,Am.Keb selaku perwakilan dari IBI, juga menyampaikan sambutannya, “setiap mahasiswa yang lulus dari pendidikan bidan, harus mengikuti Uji Kompetensi untuk selanjutnya mengajukan pembuatan STR (Surat Tanda Registrasi) sebelum terjun menangani pasien, karena di era 4.0 ini, kita membutuhkan tenaga kesehatan yang handal yang kompeten, sehingga tenaga kesehatan harus mengikuti uji kompetensi terlebih dahulu”. Lalu beliau juga berpesan agar para lulusan bergabung ke Organisasi Profesi sesuai dengan domisili daerah masing-masing.