GELAR  WEBINAR  KEBIDANAN KOMPLEMENTER, STIKES MI USUNG TEMA 

OPTIMALISASI KESEHATAN IBU DAN ANAK MELALUI PELAYANAN KOMPLEMENTER

  BERDASARKAN EVIDENCE BASED PRACTICE 

BEKASI – Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Ibu dan anak merupakan upaya dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang saat ini termasuk permasalahan di Indonesia. Dalam upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) perlu dilakukan Pelayanan yang sesuai dengan Evidence Based Kebidanan salah satunya Pelayanan Kebidanan Komplementer. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan, definisi pengobatan komplementer dan alternatif adalah pengobatan non konvensional yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan kualitas, keamanan dan efektifitas yang tinggi. (Kepmenkes RI, No.1109/Menkes/Per/IX/2007).

Odoo image and text block


Mencermati hal tersebut, Program Studi Kebidanan (S1) dan Pendidikan Profesi Bidan menyelenggarakan webinar dengan mengusung tema “ Optimalisasi Kesehatan Ibu dan Anak melalui Pelayanan Komplementer  berdasarkan Evidence Based Practice ”, pada hari Sabtu, 22 Januari 2022. Adapun tujuan diselenggarakannya webinar ini yaitu peserta mampu memahami dan melaksanakan optimalisasi kesehatan kepada ibu dan Anak melalui Asuhan Kebidanan Komplementer berdasarkan Evidence Based Practice.

Webinar yang dilaksanakan secara online  ini, dibawakan oleh 3 orang narasumber yakni :

1. Yuli Astuti, S.ST., M.Keb

     Materi: Penelusuran Perkembangan Evideance Based dalam praktek Kebidanan

2.  Iin Handayani, SST., M.Keb

     Materi: Imlementasi Asuhan Kebidanan komplementer pada Ibu hamil, bersalin, Nifas, BBL            dan kesehatan reproduksi  berdasarkam Evideance Based Kebidanan

3.   Dr. Handayani, S.SiT., M.Kes

      Materi: Penerapan humanistik dalam pemberian informasi dan  asuhan komplementer                    kebidanan berdasarkan evideance based.

Dan diikuti oleh sedikitnya 348 orang peserta, yang terdiri dari mahasiswa kebidanan STIKes MI., dan peserta dari luar STIKes MI.

Kegiatan dibuka pada pukul 09.00, oleh Plh.Ketua STIKes Medistra Indonesia, Dr.Lenny Irmawaty Sirait,SST.,M.Kes. Mengutip sambutan yang beliau sampaikan pada kegiatan tersebut, “ Kebidanan merupakan profesi dinamis yang sangat responsive terhadap perubahan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi. Dengan mengutamakan keterampilan profesional menggunakan praktik berbasis bukti   (evidence based midwifery) menghasilkan praktik kebidanan searah dengan penerapan Kepmenkes 320 Tahun 2020 Tentang Standar Profesi Bidan.”

Lebih lanjut beliau sampaikan bahwa lingkup praktik Bidan tertuang dalam UU RI no 4 tahun 2019 tentang Kebidanan Pertumbuhan dan perkembangan reproduksi perempuan dimulai sejak terbentuknya organ reproduksi, jauh sebelum seorang perempuan dilahirkan dan berketurunan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan generasi agar tidak punah, hal ini merupakan proses dan fungsi reproduksi perempuan secara alamiah. Pencapaian kualitas pelayanan kebidanan sesuai lingkup praktik kebidanan sudah saatnya didukung oleh dan berdasarkan evidence based midwifery sehingga mengurangi angka kematian ibu dan anak searah dengan capaian SDGs yaitu diintegrasikan dalam satu tujuan yakni tujuan nomor 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia. Terdapat 38 target SDGs di sektor kesehatan yang perlu diwujudkan. Selain permasalahan yang belum tuntas ditangani diantaranya yaitu upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), pengendalian penyakit HIV/AIDS, TB, Malaria serta peningkatan akses kesehatan reproduksi (termasuk KB.

Beliau berharap kiranya Seminar ini dapat meningkatkan pemahamam lebih tentang penggunaan praktik berbasis bukti dalam kebidanan dan salah satu upaya pencapaian visi misi Prodi S-1 Kebidanan.

Odoo - Sample 1 for three columns
Odoo - Sample 2 for three columns
Odoo - Sample 3 for three columns

Tim Media STIKes MI – 27 Januari 2022