Odoo image and text block 

Menjawab Tanya tentang Vaksin Covid 19

BEKASI- STIKes Medistra Indonesia mendukung program vaksinasi Covid 19 dengan menggelar seminar online (webinar) dengan mengangkat judul “Ada Apa dengan Vaksin Covid 19”. Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 20 Februari 2021 ini, difasilitasi oleh Senat Mahasiswa STIKes Medistra Indonesia bekerjasama dengan Program Studi Farmasi STIKes Medistra Indonesia.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk berbagi pengetahuan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat seputar Vaksin Covid 19, dimana banyak masyarakat yang merasa takut akibat beredarnya hoaks tentang vaksin Covid 19.

Webinar ini dibawakan oleh 2 orang narasumber yang kompeten, dimana salah satu narasumber merupakan Kepala Program Studi Farmasi (S1) STIKes Medistra Indonesia, Ibu Dra.Aluwi Nirwana Sani,Apt.,M.Pharm.

Narasumber lain yang turut mengisi webinar ini, yaitu dr.Ramlan Zuhair Pulungan,CPS,CH,CHt,CI. Seorang mentor, trainer, dan motivator di Nama Integreted Center of Excellence (NICE) Indonesia, dan PT. ABCO Sumatera Utara.

Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ibu Hainun Nisa,SST.,M.Kes, memberikan sambutan pada pembukaan acara tersebut. Didalam sambutannya Ibu Nisa menuturkan bahwa dengan adanya webinar AADVC (Ada Apa Dengan Vaksin Covid-19) dapat memberikan ilmu dan pandangan yang positif terhadap opini-opini yang berkembang saat ini terutama untuk tenaga kesehatan dan juga masyarakat luas.

Webinar ini diikuti oleh  555 orang peserta dari berbagai kalangan. Selama webinar berlangsung, peserta sangat aktif bertanya yang kemudian menjadi bukti rasa ingin tahunya terhadap vaksin covid-19.

Mengutip materi yang disampaikan oleh narasumber, Vaksin yang beredar di Indonesia saat ini yaitu Vaksin Sinovac dari China. Vaksin tersebut sudah jelas kemananannya, dan memiliki manfaat yang jauh lebih besar dari resikonya. Menurut hasil riset, 63%, kandungan vaksin ini memiliki efektifitas. Vaksin Sinovac diproduksi sesuai dengan prosedur yang berlaku dan sudah lolos uji klinis dari BPOM. Selain itu, Vaksin Sinovac juga sudah memperoleh label halal dari MUI, sehingga masyarakat tidak perlu takut dan ragu untuk melakukan vaksinasi. Namun demikian, masyarakat dihimbau agar tetap menerapkan protokol kesehatan walaupun sudah di vaksin.

Berdasarkan evaluasi panitia melalui formulir yang diisi oleh peserta, peserta sudah mengetahui pentingnya melakukan vaksinasi, dan kandungan yang terdapat didalamnya. Dan lagi, vaksin sinovac sudah memperoleh label halal dari MUI, sehingga peserta tidak lagi merasa takut untuk melakukan vaksinasi.

Odoo - Sample 1 for three columns
Odoo - Sample 2 for three columns
Odoo - Sample 3 for three columns